0

Uji DNA untuk ungkap keberadaan yeti

Tuesday, July 30, 2013
Gingantopithecus
Yeti diyakini sebagai sisa-sisa makhluk purba seperti Giganthopitecus yang selamat dari kepunahan.
Sebuah tim peneliti gabungan Swiss-Inggris akan menggunakan tes DNA untuk menyelidiki asal muasal sisa-sisa tubuh yang diklaim berasal dari hewan mitos Himalaya, yeti.
Proyek ini akan meneliti contoh rambut, tulang dan benda-benda lain dari koleksi yang dikumpulkan seorang ahli biologi asal Swiss.

Namun benda-benda ini belum pernah sekalipun menjadi obyek sebuah penelitian ilmiah.Di banyak budaya benda-benda ini diklaim berasal dari yeti dan bigfoot -makhluk berbulu mirip manusia yang bersembunyi di alam liar- yang nyaris tak pernah terlihat.
Para ilmuwan akan melakukan pendekatan sistematis dan menggunakan teknologi paling baru dalam penelitian genetis, dan hasilnya akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
"Sudah pernah dilakukan tes DNA terhadap apa yang diduga sebagai yeti dan makhluk lainnya. Namun sejak itu teknik penelitian, khususnya pada rambut, telah bertambah maju," kata Profesor Bryan Sykes, pakar genetika dari Universitas Oxford, kepada Reuters.
Sykes yang adalah pemimpin proyek ini menambahkan penelitian dengan metode moderan diharapkan mampu mendapatkan hasil yang sahih dari contoh rambut.

Laporan saksi


Sebuah ekspedisi mendaki Gunung Everest pada 1951 terkenal karena membawa foto jejak kaki raksasa di atas salju yang memicu spekulasi keberadaan makhluk raksasa Himalaya yang tidak diketahui ilmu pengetahuan.
Sejak saat itu banyak saksi yang mengaku melihat banyak makhluk seperti yeti dari seluruh dunia.
Makhluk berbulu mirip manusia ini dikenal dengan banyak nama. Di Himalaya dikenal sebagai yeti atau migoi. Sementara di Amerika Utara disebut sebagai bigfoot atau sasquatch.
Sedangkan penduduk Pegunungan Kaukasus menyebutnya sebagai almasty dan di Pulau Sumatera dikenal dengan nama orang pendek.
Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan terhadap tulang belulang 'yeti' ternyata setelah diteliti adalah tulang manusia.
"Tetapi belum pernah ada penelitian sistematis terhadap masalah ini," ujar Profesor Sykes.
Proyek ini akan fokus pada sisa-sisa tubuh makhluk yang diduga yeti yang disimpan di Museum Laussane, Swiss.
Sisa-sisa 'yeti' ini dikumpulkan pakar biologi Swiss, Bernard Heuvelmans yang meneliti kemunculan yeti sejak 1950 hingga dia meninggal pada 2001.

Spesies berbeda

"
Penelitian ini diharapkan tak hanya mengungkap misteri yeti namun juga menambah pengetahuan terkait interaksi antara berbagai spesies manusia di masa lalu.
"Dalam dua tahun terakhir semakin jelas bahwa terdapat kemungkinan persilangan antara Homo sapiens dan Neanderthal. Sekitar 2-4% DNA setiap orang di Eropa adalah Neanderthal," tambah Profesor Sykes.
Sebagian kelompok menganggap makhluk mitos seperti yeti dan orang pendek adalah sisa-sais Homo erectus, Homor floresiensis (hobit Indonesia) atau Gigantopithecus, kera raksasa yang pernah mendiami hutan-hutan Asia Timur.
Sementara itu, Profesor Sykes secara terus terang mengatakan belum bisa memastikan apakah penelitian kali ini akan sukses mengungkapkan kebenaran soal yeti.
"Soal sukses atau tidaknya proyek ini, jawabannya saya tidak tahu," kata Profesor Sykes.

"Keberadaan makhluk-makhluk ini kemungkinan besar tidak ada namun jika kita tidak selidiki maka kita tak akan pernah tahu," pungkas Sykes.
0

Cara mengatasi situs wordpres yang kena hack/deface

Sunday, July 28, 2013
Kemarin sempat agak kaget ketika dapat PM dari teman di kaskus. Dia bilang salah satu situs klient web toko online saya di hack. Setelah saya cek, ternyata benar. Tampilan website yang tadinya dinamis menjadi gambar anonymous dengan backgroud hitam. Setelah saya benahi, alhamdulillah gak sampai 1 jam situs berhasil saya kembalikan lagi menjadi normal. :)
Website dengan platform WordPress kadang memang menjadi targed empuk para hacker/defacer. Kebanyakan dari kasus hack WP menggunakan cara ”Brute Force Login” yaitu akses login ke wp-admin dengan menggunakan metode password acak.
Pada umumnya, hacker yang berhasil masuk kemudian akan melakukan beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan anda dalam menganalisis website yang terkena hack:
1. Mengubah data login WP, misalnya password login . kadang database dan bahkan FTP. Kalau sampai kena hack cpanelnya.. :nangis:
2. Memasukkan file spam, malware, virus, dan sejenisnya. Biasanya dalam bentuk injeksi SQL, javascript packer, base64, atau software yang lainnya.
3. Mengubah/mengganti file-file index, baik pada admin, theme, dan file-file indeks lainnya (index.php) dan menambahkan file-file lain yang nanti akan merubah total tampilan website.
Sebenarnya masih banyak cara deface WP, tap tiga hal diatas adalah metode yang biasa dipakai
Bagaimana cara mengatasi situs wordpress yang kena hack/deface?
Berikut saya shareng pengalaman kemarin waktu membenahi web klient saya.
Recovery PassWord
Kasus pertama yang saya hadapi adalah admin kehilangan akses ke dashboard WP.
Cara mengatasi yang model seperti ini:
1. Buka login WP anda. Klik lost you password, masukkan email anda. Klik Get New Pasword.
2. Cek email. Lalu klik link yang dikasih dalam email.
3. Masukkan password baru yang lebih kuat. Usahakan pakai kombinasi angka & huruf di tambah beberapa karakter lainnya seperti -#*+)(/(@);:=* dll.
4. Masuk ke WP admin anda. segera cek menu USER. Pastikan disitu tidak ada user/email lain yang terdaftar.
5. Cek themes yang lagi aktif, masuk kebagian editor. Biasanya para h*cker merubah file function.php / index.php.
6. Kalau anda gak punya backupan file themes, coba instal themes WP yang lain. Kalau website sudah normal, berarti masalah selesai. Dan hacker cuma merubah Home page situs anda.
Bagaimana kalau password tidak dapat direset & email login admin sudah diubah?
Jika anda tidak bisa login maka lakukan langkah-langkah dibawah ini:
1. Ubah password cPanel. Ini untuk mengantisipasi langkah lanjutan dari si hacker.
2. Ubah Password FTP/Database, tujuannya sama dengan di atas. Jangan lupa mengedit password dan login name database di wp-config.php dengan password dan database name yang baru. Akses file wpconfig melalui cPanel > File Manager > Public HTML > WP Admin > klik edit pada wp-config.php > ganti password dan name database > save.
3. Untuk mengubah/reset password login WP yang sudah diubah hacker, perlu dilakukan beberapa langkah. Anda tidak bisa mengubah begitu saja di PHPMyAdmin. Ini juga untuk mengantisipasi brute force lain ke depannya.
a. Masuk ke PHPMyAdmin dari CPanel.
b. Lihat di menu sebelah kiri. Identifikasi database yang digunakan untuk WordPress anda (misalnya jika digenerasikan dengan softaculous, biasanya akan mengandung wp ), kemudian klik.
c. Cari table wp_users , dan klik Browse .Kemudian lihat pada data user, biasanya jika anda tidak mengubah login user, maka username yang digunakan adalah admin . Klik gambar pensil untuk mengedit dan reset password.
d. Pada poin nomer 1 (bidang value password), dapat dilihat bahwa terdapat banyak karakter acak. Untukkeamanan WOrdPress menggunakan MD5 Hash ketimbang menampilkan teks secara plain. Ini artinya anda tidak dapat begitu saja mengganti password dalam bentuk teks biasa, tapi harus dalam bentuk MD5 Hash.
Gunakan tool Javascript MD5 ini. Masukkan password dalam bentuk teks biasa, kemudian klik tombol MD5 . Copy hasil generasi MD5, dan ganti teks pada bidang value password seperti pada nomer 1 di atas.
e. Pada poin nomer 2, jelas di situ terdapat email milik hacker, atau emailsiapapun yang digunakan oleh hacker. Ganti dengan email anda, sebagai saran gunakan email lain (baru) untuk mengantisipasi hack ke email anda yang sudah diketahui hacker.
f. Pada poin nomer 3, ganti user login (yang secara default adalah admin dan terkenal cukup vulnerable ).
g. Klik Go untuk menyimpan perubahan.Coba lagi untuk login ke dashboard WP. Jika masih belum bisa (hanya dalam kasus tertentu), gunakan fitur reset password di halaman login.
File Recovery
Sekarang, mari kita selamatkan file-file index dan file lainnya. Ada banyak ciri sebenarnya dan yang dilakukan hacker cukup bervariasi dalam mengacak-ngacak file WordPress . File-file indeks yang biasa diubah ada di beberapa bagian folder, jika anda beruntung biasanya yang diubah hanya file index.php di dalam folder theme (wp content > theme > folder theme yang anda gunakan). Tapi pada beberapa kasus lain, file-file index di dalam folder wp admin, plugins, dan beberapa folder lainnya juga diubah. Untuk menganalisa secara satu persatu akan memakan waktu lama, oleh karena itu cara mudah untuk mengidentifikasi adalah dengan melihat tanggal perubahan, edit, atau, penambahan file.
1. Melalui file manager, cek file-file WordPress di folder public HTML anda. Identifikasi file-file mana saja yang memiliki data tanggal update dekat dengan saat WordPress anda dihack. Dan itulah yang wajib dicurigai. Kedua cek file-file berukuran 0 byte (zero byte files). Lihat apakah ada banyak file-file semacam ini, terutama di dalam folder administrasi (wp-admin).
2. Cek file-file index (index.php) di berbagai folder termasuk folder theme dan plugin) apakah ada perubahan tanggal yang mencurigakan?
3. Jika menemukan file-file yang mencurigakan sudah ditemukan, dan jika anda mendapati halaman homepage web anda berbeda, maka yang perlu diubah pertama kali adalah file index.php di dalam folder theme. Copy file index.php yang masih fresh dari folder theme yang anda simpan di komputer dan upload menggantikan index.php lama. Lalu cek dengan mengakses Website anda apakah sudah kembali seperti semula. Cek semua file index, apabila ada yang mencurigakan (tanggal, zero byte files) ganti dengan file baru.
Download WordPress baru dari WordPress.Org, copy file yang diperlukan dan upload ke folder yang sesuai. Jika anda banyak menemukan zero byte files di dalam wp-admin dan wp-content, anda harus menggantinya, sebab bisa jadi itu cuma blank file yang dimasukkan oleh hacker untuk mematikan fungsi-fungsi WordPress anda. Mungkin akan banyak waktu untuk menggantinya satu persatu. Saran saya adalah dengan menginstal ulang WordPressmelalui fitur reinstall di halaman dashboard update.
Mengubah Secret Key
Mengapa harus mengubah secret key, dan apa itu? WordPress menggunakan secret key dalam format SALT untuk menambahkan sistem keamanan yang menggunakan random string untuk menghadang usaha hacking dalam beberapa lapis. Secret key ini juga menghadang perubahan cookies pada server. Setelah sebuah WordPress dihack dan diganti passwordnya, maka password tersebut (beserta data lainnya) akan tersimpan dalam cookies server, bahkan setelah anda mengubah/reset password tersebut. Oleh karena itu mengubah secret keys adalah hal wajib untuk menghindari akses lanjutan dari hacker yang masih menyimpan password lamanya.
a. Ambil secret key baru dengan mengakses https://api.wordpress.org/secret-key/1.1/salt/ , setiap akses akan menghasilkan secret key yang berbeda-beda. Copy 6 baris secret keys tersebut.
b. Buka wp-config.php dari file manager> public html > wp admin, dan cari 6 baris secret keys lama.
c. Ganti dengan secret keys baru dan save.
Sekarang password anda sudah benar-benar aman. Jangan lupa, update pasword secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
0

All About Dragon Nest

This category contains all of the available classes to play in Dragon Nest. A class is what a character's power and skills are based on. There are six beginning classes: ArcherSorceressWarriorClericTinkerer (also known as Academic), and Kali. Each of these beginning classes split into further secondary classes and tertiary classes.
 CLASSES 
Warrior Class Icon.png
Warrior
↙ ↘
Archer Class Icon.png
Archer
↙ ↘
Sorceress Class Icon.png
Sorceress
↙ ↘
Cleric Class Icon.png
Cleric
↙ ↘
Tinkerer Class Icon.png
Tinkerer
↙ ↘
Kali Class Icon.png
Kali
↙ ↘
Swordsman Icon.png
Swordsman
Mercenary Icon.png
Mercenary
Sharpshooter Icon.png
Sharpshooter
Acrobat Icon.png
Acrobat
Mystic Icon.png
Mystic
Elementalist Icon.png
Elementalist
Paladin Icon.png
Paladin
Priest Icon.png
Priest
Engineer Icon.png
Engineer
Alchemist Icon.png
Alchemist
Screamer Icon.png
Screamer
Dancer Icon.png
Dancer
Gladiator Icon.png
Gladiator
Barbarian Icon.png
Barbarian
Warden Icon.png
Warden
Tempest Icon.png
Tempest
War Mage Icon.png
War Mage
Pyromancer Icon.png
Pyromancer
Crusader Icon.png
Crusader
Inquisitor Icon.png
Inquisitor
Gear Master Icon.png
Gear Master
Adept Icon.png
Adept
Dark Summoner Icon.png
Dark Summoner
Blade Dancer Icon.png
Blade Dancer
Lunar Knight Icon.png
Lunar Knight
Destroyer Icon.png
Destroyer
Sniper Icon.png
Sniper
Windwalker Icon.png
Windwalker
Chaos Mage Icon.png
Chaos Mage
Ice Witch Icon.png
Ice Witch
Guardian Icon.png
Guardian
Saint Icon.png
Saint
Shooting Star Icon.png
Shooting Star
Physician Icon.png
Physician
Soul Eater Icon.png
Soul Eater
Spirit Dancer Icon.png
Spirit Dancer
0

Teknik Cara Dan Jenis Hacker Menyerang Web / Situs

Teknik Cara dan Jenis Hacker Menyerang Web / Situs. Dalam dunia hacking (tepatnya cracking ding!?) dikenal beberapa jenis serangan terhadap
server. Berikut ini jenis-jenis serangan dasar yang dapat dikelompokkan dalam minimal 6
kelas, yaitu: 
Intrusion
Pada jenis serangan ini seorang cracker (umumnya sudah level hacker) akan dapat
menggunakan sistem komputer server. Serangan ini lebih terfokus pada full access granted
dan tidak bertujuan merusak. Jenis serangan ini pula yg diterapkan oleh para hacker untuk
menguji keamanan sistem jaringan mereka. Dilakukan dalam beberapa tahap dan tidak dalam
skema kerja spesifik pada setiap serangannya (dijelaskan pada artikel lain).
Hacking is an Art!? =)


Denial of Services (DoS)
Penyerangan pada jenis DoS mengakibatkan layanan server mengalami stuck karena kebanjiran
request oleh mesin penyerang. Pada contoh kasus Distributed Denial of Services (DDoS)
misalnya; dengan menggunakan mesin-mesin zombie, sang penyerang akan melakukan packeting
request pada server secara serentak asimetris dan simultan sehingga buffer server akan
kelabakan menjawabnya!? Stuck/hung akan menimpa server. Jadi bukan server lagi namanya!?
(servicenya mati masak dibilang server? hehehe….)

Joyrider
Nah, ini namanya serangan iseng!? Karena kebanyakan baca novel-novel hacking dan gak bisa
belajar benar, isenglah jadinya nyoba-nyoba nyerang pake ilmu-ilmu instan super cepat
(istilahnya ‘onani’ dimesin orang). Atau dengan alasan pengen tau isinya mesin orang!? =).
Yang jelas serangan jenis ini rata-rata karena rasa ingin tau, tapi ada juga yang sampe
menyebabkan kerusakan atau kehilangan data.
Vandal
Jenis serangan spesialis pengrusak!? nothing else to explain mbah!? =)
Scorekeeper
Serangan yang bertujuan mencapai reputasi hasil cracking terbanyak. Biasanya hanya
berbentuk deface halaman web (index/nambah halaman) dengan memampangakan NickName dan
kelompok tertentu. Sebagian besar masih tidak perduli dengan isi mesin sasarannya =).
Saat ini jenis penyerang ini lebih dikenal dengan sebutan WannaBe/Script kiddies.
Spy
Tiga hurup saja. Jenis serangan untuk memperoleh data atau informasi rahasia dari mesin
target. Biasanya menyerang pada mesin-mesin dengan aplikasi database didalamnya. Kadang
kala suatu perusahaan menyewa ‘mata-mata’ untuk mencuri data perusahaan rivalnya
1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga
sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar
network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan
serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari
Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’
packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk
routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah
untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker
tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.
2. FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang
diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk
mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service.
Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil
resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang
attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa
membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang
diserang.
Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering
dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki.
Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di
upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow
Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce
attack(menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff
informasi yang berada dalam sistem.

3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi
diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan
peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang
sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk
melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact. Utility ini juga
menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada
dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem.
Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah
sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi
seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk
memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.

4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara
significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa
menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan
dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua
station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini
adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya
menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or
volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas
besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu
network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup
power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas
proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar
akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.
5. Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya
mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa
firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi
alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash.
Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk
menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.

6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command
manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode
(malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email
bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file
aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).
7. DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain
(BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis
yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).
8. Password Attacks
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak
perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi
online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP.
Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin
saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka
sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang
dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih
karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat
meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai
hal ini dengan cara teknikal. Kebnayakan seranagn yang dilakukan terhadap password adalah menebak
(guessing), brute force, cracking dan sniffing.

9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan
proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai
kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem
saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.

10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource
sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota
network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan
pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi
perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.
11. Remote File System Attack
Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel)
yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network
dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk
mendapatkan akses ke direktori file.
12. Selective Program Insertions
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program
penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ☺) pada
system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini
mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan
membuka backdoor.

13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai
macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi.
Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk
publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception

TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan
informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force,
serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.
15. HTTPD Attacks
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd
bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan
untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat
overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan
string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker
akses ke command prompt.